Analytical Thinking
Begitu hebatnya kekuatan analisa, begitu bermanfaatnya orang yang pandai menganalisa masalah dengan tepat dan benar.
Analisa yang tepat bisa membuat orang yang awalnya cemberut menjadi tertawa lega, itulah pengalaman hari ini yang aku dapatkan. Betapa tidak, awal-awal datang kerja udah diberikan suatu permasalahan yang butuh penanganan secara cepat dan benar.
Salah satu permintaan pelanggan pada saat itu adalah ingin segera melihat cabangnya online secepat mungkin. Dengan segala persiapan yang ada akhirnya sudah terbentuk suatu ‘jalur virtual’ dari kantor cabang di Surabaya menuju kantor pusat di Jakarta.
Jalur Virtual bisa kita asumsikan sebagai jalan tol yang dapat menghubungkan berbagai kendaraan (yang bisa berupa data, voice, gambar dll) dari kota A ke kota B dengan berbagai kelebihannya yaitu : kendaraan bisa melaju kencang tanpa suatu hambatan macet dari kendaraan orang lain.
Berikut skema dari jalan virtual yang barusan berhasil dibangun :
DTE pelanggan cabang ~ modem ~ PE 1 (Pheripheral Equipment) ~ Passport 1 ~ Passport 2 ~ PE 2 ~ CPE (Customer Pheripheral Equipment) Kantor pusat pelanggan.
Permasalahan yang timbul dari pembuatan ‘jalur virtual’ ini adalah dari pelanggan cabang masih belum bisa terkoneksi dengan kantor pusat, padahal semua settingan sudah benar?@?@?@ [pusing mode on, pas mikir dimana yaa problemnya!!??]
Setelah mentok buat pikir sana-sini, coba eskalasi deh ke suhu-suhu andal. eh ternyata masalahnya ada pada settingan qos di PE 2 yang tidak berjalan secara benar… duh senengnya bila udah berhasil gini niih, tapi menyesal juga yaa karena aku belum berhasil menuntaskan job-ku hiks…
Lain kali ingin kucoba tuntaskan masalah critical lainnya, sekarang saatnya mengasah otak dengan berbagai analisa yang tepat dan benar.
Kabar baik bagiku dan bagi semua saudara-saudaraku, besok ada tamu agung datang. mudah-mudahan bisa memperoleh manfaat & hikmah dari tamu agung ini.
Tahukah anda, siapakah tamu agung itu??? ialah Bulan Ramadhan, ‘Marhaban ya Ramadhan’.