Between eBGP and iBGP
Selama ini aku kenal BGP (Border Gateway Protocol) hanya sebatas kulit luarnya saja. Setiap masuk ke Router PE (Pheripheral Equipment), pasti ketemu dengan routing dinamis yang satu ini. Kadangkala bila mau buat koneksi pelanggan baru yang notabene pasti pakai BGP, biasanya tinggal lihat contoh yang sudah ada dan copy-paste plus edit dikit udah jadi deh tanpa tahu bagaimana cara kerja yang sebenar-benarnya.
aneh bukan ?
Dari hasil baca ebook BSCI tentang dunia per’BGP’an, ada banyak hal yang bisa dipahami yaitu :
-
BGP biasanya diterapkan oleh ISP (Internet Service Provider)
-
Pelanggan dapat menggunakan routing jenis ini secara efektif, bila mereka berlangganan link / koneksi internet pada 2 ISP atau lebih. biasanya disebut BGP Multihoming dengan tujuan apabila salah satu ISP down, maka internet masih bisa diakses.
Secara tidak sadar, ternyata selama ini aku udah nerapin yang namanya iBGP (internal BGP) yaitu dimana beberapa Router PE tersambung dalam 1 AS (Autonomous System) yang sama sebaliknya bila ada beberapa router yang tersambung secara direct (directly connected) dan berbeda AS maka disebut dengan eBGP (external BGP).
Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat perbedaan topologi antara iBGP dan eBGP seperti gambar di bawah ini :
Ada sedikit catatan yang perlu diketahui tentang penerapan iBGP, dimana masing-masing router yang tergabung dalam Cloud AS yang sama harus diset dengan Fully Meshed, jika tidak maka setiap update routing yang dikirimkan dari luar cloud akan menyebabkan routing loop pada jaringan ini.
Perbedaan lain dari eBGP dan iBGP adalah tentang tingkat kepercayaannya (Reliability). Dimana eBGP memiliki AS 20 sedangkan iBGP memiliki AS 200 sehingga dapat dianalogikan bahwa link atau kendaraan akan lebih memilih jarak yang hanya 20km daripada 200km untuk sampai ketempat tujuan.
Pesannya : dengan menulis, pelajaran akan semakin mudah diingat, dipahami dan diterapkan. So keep Writing and learning
.