Learning by doing

October 18, 2007

Redistribution Route Information

Filed under: Journey

=====================================
router ospf 1
network 10.0.0.0 0.0.0.3 area 0
redistribute rip subnets metric 3000

router rip
network 10.0.0.0
version 2
passive-interface S2
redistribute ospf 1 metric 5

=====================================

Pernah melihat command tentang ‘Redistribute’ dalam router, bila diterjemahkan kata-katanya adalah Re = kembali sedangkan Distribute = distribusi. Jadi bisa diartikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi ‘Distribusi Kembali’.

Sebenarnya apa ya, yang dimaksud dengan Redistribute dalam cisco dan bagaimana cara penerapannya?

Simple Routing Protocol bekerja secara baik pada network sederhana, tapi seiring dengan pertumbuhan networks semua akan menjadi lebih komplek. Hal ini memerlukan perubahan routing protocol yaitu menerapkan tidak hanya satu jenis routing protocol saja.

Ingat bahwa RIP dan IGRP secara berkesinambungan mengirimkan seluruh routing tabelnya dalam setiap update yang dapat secara perlahan membuat networks down. Routing protocol baru mungkin akan lebih memenuhi syarat dan mampu diimplementasikan daripada routing protocol yang lama. During transition, there will likely be a time when both routing protocols are running in the network, yang mana memerlukan redistribusi dari routing informasi antara 2 protocol. Jadi, strategi untuk menerapkan redistribusi harus dilakukan secara hati-hati untuk menghindari kekacauan trafik jaringan atau causing outages.

Tujuan dari Route Redistribution 

  • Interim during protocols
  • Application-specific protocols : One size does not always fit all
  • Political boundaries : Groups that do not work well with other
  • Mismatch between devices : Multivendor interoperability, host based routers

Dalam banyak kasus, route redistribusi harus dikonfigurasi dengan tujuan mendistribusikan kembali dari satu routing protocol ke routing protocol lainnya.

Contoh redistribusi adalah sebagai berikut :

 

Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa redistribusi selalu dilakukan pada batas luar. Dalam melakukan Redistribusi, Router tidak mengubah routing tabelnya. Sebagai contoh pada konfigurasi redistribusi antara OSPF dan EIGRP, proses OSPF pada boundary router [Router A] mengambil route EIGRP dalam routing tabel dan menyampaikannya sebagai OSPF route pada OSPF neighbornya [Router C].

Demikian juga, proses EIGRP pada boundary router [Router A] mengambil OSPF route dalam routing tabel dan menyampaikannya sebagai EIGRP route pada EIGRP neighbornya [Router B] lalu kedua AS akan mengetahui tentang route yang lain dan masing-masing AS dapat menginformasikan keputusan routing untuk networks tersebut.

EIGRP neighbors menggunakan daftar external [D EX] untuk meneruskan lalu lintas route tujuan pada AS yang lain melalui boundary router. Boundary router harus memiliki OSPF route untuk tujuan jaringan tersebut dalam routing tabelnya agar dapat meneruskan trafik. For this reason, routes must be in the routing table for them to be redistributed. Syarat-syarat ini mungkin terlihat self-evident atau jelas, tapi dapat juga menjadi sebuah sumber kekacauan.

Mengapa demikian? 

Misalnya, jika sebuah router mempelajari tentang sebuah network via EIGRP dan OSPF, hanya EIGRP route yang diletakkan dalam routing tabel karena dia memiliki nilai AD yang lebih rendah. Andaikata RIP juga beroperasi dalam router ini dan kau ingin meredistribusi OSPF route ke dalam RIP, network tersebut tidak akan didistribusi ke dalam RIP karena it is in the routing table sebagai sebuah EIGRP route, bukan sebagai sebuah OSPF route. 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main