Experiences is My Best Teacher
Beberapa hari ini aku dapat pengalaman yang bagus tentang ‘problem solving’ gangguan jaringan. Ada dua hal yang menarik untuk dapat dijadikan pelajaran bagiku.
Invisible Bom trafik
Awalnya dapat keluhan dari pelanggan bahwa koneksi internetnya lambat banget. Hasil cek akses Wireless normal, koneksi dari Router PE ke Router CPE juga normal. Hasil cek trafik download maupun upload overload. Tanpa pikir panjang, aku coba bilang ke pelanggan bahwa masalah yang terjadi adalah karena pemakaian bandwidth yang udah penuh.
Masalah lanjutan timbul karena pelanggan tidak merasa memakai aplikasi internet sebanyak itu?
Coba melakukan ‘capture’ dengan mengaktifkan accest list di router cpe ternyata nggak ada port yang mengindikasikan adanya virus yang terlihat hanya port internet [port 80].
Setelah coba untuk koordinasi dan eskalasi tentang masalah ini lebih lanjut, ternyata ada indikasi bahwa ip loopback di cpe mendapat serangan bom trafik dari luar network. Solusinya adalah dengan mengubah ip loopback cpe dengan ip yang berbeda.
Masalah ini merupakan pengalaman kedua tentang masalah bom trafik bagiku.
2 line [loss] become 200 KBps
Pengalaman yang menarik lainnya adalah pada saat pelanggan lain mengeluh bahwa ada keanehan dari 3 kantor cabangnya [kantor cabang A,B dan C].
Masalah yang dipertanyakan pelanggan adalah mengapa pada saat melakukan download data dari kantor cabang A ke kantor pusat memiliki transfer rate yang besar yaitu sekitar 200-300KBps sedangkan bila dilakukan dari kantor cabang B maupun kantor cabang C hanya mendapat 20-30 KBps saja.
Untuk mengatasi masalah ini, maka kucoba untuk me-list kembali konfigurasi dari masing-masing cabang ini dan hasilnya sbb :
Kantor cabang A
- Speed 256 kbps
- Akses Wireless
- Interface di Router PE berupa ATM
- interface ATM2/0.2932 point-to-point
description PELANGGAN CABANG-A-256Kbps-Broadband
bandwidth 256
ip vrf forwarding PELANGGAN
ip address 123.231.200.233 255.255.255.252
pvc 9/32
!
end
Kantor cabang B
- Speed 256 kbps
- Akses Wireless
- Interface di Router PE berupa Gigabyte
- interface GigabitEthernet0/1.347
description PELANGGAN CABANG-B-256Kbps-Broadband
encapsulation dot1Q 347
ip vrf forwarding PELANGGAN
ip address 123.231.201.9 255.255.255.252
rate-limit input 256000 64000 64000 conform-action transmit exceed-action drop
rate-limit output 256000 64000 64000 conform-action transmit exceed-action drop
no cdp enable
end
Kantor cabang C
- Speed 256 kbps
- Akses Wireless
- Interface di Router PE berupa ATM
- interface ATM5/0.88 point-to-point
description PELANGGAN CABANG-C-256Kbps-Broadband
ip vrf forwarding PELANGGAN
ip address 123.231.201.1 255.255.255.252
pvc 0/88
vbr-rt 256 256
max-reserved-bandwidth 100
!
end
Jika diteliti lebih lanjut, ada perbedaan mendasar antara settingan ATM di kantor cabang A dan kantor cabang C, yaitu antara shape bandwidth 256 untuk kantor cabang A dengan shape vbr-rt 256 256, max-reserved-bandwidth 100 untuk kantor cabang C.
Setelah coba untuk menambahkan 2 line command tambahan pada interface router cabang A menjadi
interface ATM2/0.2932 point-to-point
description 2005003374-EXERTAINMENT-256K-BUSINESS-BWA_SBKYN-TP_1
ip vrf forwarding EXERTAINMENT
ip address 123.231.200.233 255.255.255.252
pvc 9/32
vbr-rt 256 256
max-reserved-bandwidth 100
!
end
Hasil konfirm ulang dengan pelanggan, informasinya bahwa transfer rate di kantor cabang A sudah tidak bisa mencapai 200-300 KBps lagi melainkan hanya sampai 20-30 KBps.
Jelaslah sudah bahwa sedari awal, konfigurasi speed yang diterapkan pada interface kantor cabang A di router PE adalah salah.
Hmmm… sepertinya dari kejadian ini, pihak pelanggan sudah mendapatkan keuntungan karena secara tidak langsung, pelanggan mendapatkan Bandwidth yang lebih besar daripada kontrak langganan yang hanya 256 kbps. Sedangkan dari pihak ISP sendiri perlu lebih teliti lagi dalam mengkonfigurasi bandwidth pada Router PE.
Just 2 line command that make the diferent. Be a 256kbps or become 2000kbps.
he he bandwidth di kantor A nya lupa di tahan nih ye…
btw tuh pelanggan ga ngerti apa ya dia langganan berapa dapet berapa,
pesan moral, klo diuntungkan SP jangan lapor, tapi klo dirugikan segeralah lapor.
caoy…………
Comment by Agift — December 2, 2008 @ 12:22 am
hehehe, iya tuh bener. Tapi salut ama pelanggannya kalo dia dah mo infoin fakta-fakta dilapangan
Comment by akhdiyat — December 2, 2008 @ 5:28 am