Multicast (part 2)
2 dari 3 pertanyaan yang berhubungan dengan materi Multicast ini belum berhasil dijawab dengan benar.
Mengapa demikian?
Mungkin karena pemahaman tentang pelajaran ini masih jauh dari cukup. Coba untuk flashback dulu tentang multicast ini yang konon masuk dalam IP kelas D. Berikut gambaran kelas IP address yang biasa digunakan.
- Kelas A : 0000 0000 (biner) = 0 (desimal) dengan range IP 1 - 126
- Kelas B : 1000 0000 (biner) = 128 (desimal) dengan range IP 128 - 191
- Kelas C : 1100 0000 (biner) = 192 (desimal) dengan range IP 192 - 223
- Kelas D : 1110 0000 (biner) = 224 (desimal) dengan range IP 224 - 239
- Kelas E : 1111 0000 (biner) = 240 (desimal) dengan range IP 240 - 255
Dari pemetaan di atas, jelas bahwa range IP multicast pada IPv4 adalah dari 224.0.0.0 sampai dengan 239.255.255.255. Dari range tersebut, beberapa scope telah dipesan oleh beberapa Authority seperti IANA.
Local scoped address are addresses 224.0.0.0 through 224.0.0.255 and are reserved by Internet Assigned Numbers Authority (IANA) for network protocol use. Multicast dalam range ini tidak akan pernah berhenti dilewatkan jaringan local, menghiraukan Time to Live (TTL), dan biasanya TTL diset 1. berikut beberapa contoh dari alamat Local Multicast :
- 224.0.0.1 : All hosts
- 224.0.0.2 : All Multicast routers
- 224.0.0.4 : All Distance Vector Multicast Routing Protocol (DVMRP) routers
- 224.0.0.5 : All OSPF routers
- 224.0.0.6 : All OSPF designated routers (DRs)
- 224.0.0.9 : All RIPv2 routers
- 224.0.0.10 : All EIGRP routers
- 224.0.0.13 : All PIMv2 routers
Kenapa Multicast?
- Used when sending same data to multiple receivers
- Better bandwidth utilization
- Less host/router processing
- Used when addresses of receivers unknown
- used when simultaneous delivery for a group of receivers is required (simulcast)
Keuntungan Multicast
- Enhanced efficiency : Pengontrolan trafik jaringan dan mengurangi load server & CPU
- Optimized performance : Mengeliminasi trafik yang berlebihan
- Distributed applications : Memungkinkan membuat aplikasi multipoint
Kerugian Multicast
- Best effort delivery : Drops are to be expected. Tingkat kepercayaan pengiriman data aplikasi multicast tidak dapat diharapkan dan should be design accordingly.
- No congestion avoidance : Kekurangan dari TCP windowing dan mekanisme "slow start" dapat menghasilkan kemacetan dalam jaringan. Jika mungkin, aplikasi multicast seharusnya mencoba untuk mendeteksi dan menghindari kondisi kemacetan.
- Duplicates : Beberapa mekanisme multicast protocol kadang-kadang menghasilkan generation of duplicate packets.
- Out-of-sequence : Perubahan topologi jaringan mempengaruhi order/permintaan dari pengiriman. Aplikasi harus menghasilkan alamat yang tepat.
- UDP tidak memiliki mekanisme kepercayaan, jadi persoalan kepercayaan harus dialamatkan dalam aplikasi multicast dan reliability data transfer is necessary.
IGMP (Internet Group Multicast Protocol)
Mengerti tentang protocol ini adalah pokok dalam penjelasan tentang multicast join and leave proses, yang merupakan sebuah syarat dari fungsi multicast.
IGMP adalah sebuah host-to-router protocol yang digunakan ketika hosts ingin bergabung pada sebuah multicast group. Pada IGMP versi 1, Router mengirim periodic membership queries pada alamat multicast 224.0.0.1. Host mengirim laporan membership pada alamat multicast group yang mereka inginkan untuk bergabung. Hosts secara diam-diam meninggalkan multicast group.
Beberapa perubahan penting dibuat dalam revisi IGMPv1 ke IGMPv2 :
- Group specific queries
- Leave group message
- Querier election mechanism
- Query-internal response time
IGMP versi 3 menambahkan kemampuan untuk memfilter multicast berdasarkan pada sumber multicast.
Tujuan utama dari IGMPv3 sebagai standar usulan adalah memperbolehkan hosts untuk menyatakan bahwa mereka ingin menerima trafik hanya dari sumber khusus dalam sebuah multicast group. Informasi ini digunakan oleh multicast routing protocol untuk menghindari pengiriman paket multicast dari sumber khusus pada jaringan dimana penerima yang tidak tertarik/interest untuk memperoleh trafik tersebut dalam IGMPv3, report mengirim ke 224.0.0.22 daripada 224.0.0.2.
Untuk menentukan IGMP versi yang berjalan pada router, gunakan perintah "show ip igmp interface" dan hasilnya akan tampil pada line "current igmp version is igmp2".
Sampai saat ini materi tentang multicast masih banyak yang perlu dibahas seperti multicast routing protocols, CGMP, IGMP snooping, PIM (Protocol Independent Multicast), PIM Dense-mode dan PIM Sparse-Mode. Mungkin harus ada bab multicast part 3 kali yaa…
Sekilas catatan penting tentang Dense and Sparse mode protocol :
- Dense mode protocol flood multicast traffic to all parts of the networks and prune/memangkas the flows where there are no receivers using a periodic flood-and-prune mechanism.
- Sparse mode protocols use an explicit join mechanism where distribution trees are built on demand by explicit tree join messages sent by routers that have directly connected receivers.