Learning by doing

December 31, 2007

Resume of the year 2007

Filed under: Journey

Tahun 2007 sudah berakhir, hmmm apa aja yang udah didapet di tahun ini yaa…

  • Mencoba untuk belajar pelajaran networking buat ujian ccna
  • 16 januari test dan lulus ujian tingkat pertama
  • Buat blog tentang networking "my journey"
  • Cari materi tentang bsci, ngeprint bukunya hingga berlembar-lembar halaman
  • Test bsci dan lulus ujian tahap awal ccnp dengan biaya sendiri
  • Cari materi tentang bcmsn, ngeprint pdf ke kertas printer selengkap-lengkapnya
  • Test bcmsn targetnya bulan januari nanti…

apa aja yang pengen didapet tahun depan yaa…

  • pengen nyelesain kuliah
  • pengen nyelesain test bcmsn
  • pengen nyelesain test iscw
  • pengen nyelesain test ont (ccnp complete)
  • pengen punya target dapet ccie writen network
  • pengen cari kerjaan yang lebih baek
  • pengen tetep istiqomah belajar dan ibadah
  • pengen berbagi hasil dengan orang lain
  • pengen ilmu yang banyak dan manfaat
  • yang pasti pengen jadi lebih baik daripada tahun sebelumnya.

Mudah-mudahan harapanku bisa tercapai amien.

December 30, 2007

Investation

Filed under: Journey

Aku pernah belajar langsung bagaimana caranya menginvestasikan sebagian uangku pada bursa efek yang ada (bursa efek indonesia). Caranya mudah yaitu dengan mendaftarkan data pribadi pada perusahaan securitas dan membuka rekening baru. Abis itu tinggal pilih saham mana yang akan kita beli.

Misalkan saham dengan inisial "cpro" yang harga per-lembar-nya adalah Rp. 450. Jadi kita harus membeli minimal 500 lembar saham utuk 1 lot-nya sehingga bila dikalkulasi membutuhkan biaya : 450 x 500 = 225.000 rupiah/lot.

Setiap hari, nilai satu lembar saham inisial "cpro" ini akan berubah. Sesuai dengan situasi dan kondisi pasar yang ada. Dengan akses internet 24 jam, aku bisa memonitor tiap jam dari perkembangan harga saham ini sehingga aku dapat menjual atau mambeli saham dalam waktu yang singkat untuk memperoleh keuntungan yang lebih baik.

Namun, pemula tetaplah pemula… mungkin karena aku hanya anak kos yang hanya memiliki biaya investasi yang sedikit dan masih birunya diriku tentang pengalaman bermain saham ini, hasil yang kudapat selalu rugi dan akhirnya aku memutuskan menjual semua sahamku.

Satu keuntungan yang kudapatkan dari pengalaman ini adalah ilmu yang bermanfaat. Dengan aktif secara langsung, saat ini aku tahu mengapa dengan situasi politik yang tidak aman bisa membuat perekonomian negara menjadi tidak aman.

Kebetulan akhir tahun ini, bonus akhir tahun dari perusahaan bisa dinikmati pekerjanya seperti diriku. Ups… tapi aku ingin menginvestasikan uang ini untuk ujian bcmsn-ku nanti. Bukan buat membeli saham :)

Intinya adalah investasi apapun yang kita tanam saat ini, aku yakin pasti kita akan petik hasilnya di waktu mendatang.

Ingat hukum kekekalan energi "Energi yang dikeluarkan sama dengan energi yang dihasilkan" jadi sekarang saatnya bagiku untuk dapat berinvestasi dana, pikiran, waktu dan tenagaku.

December 29, 2007

Multilayer Switch

Filed under: Journey

Multilayer Swicth…

Itulah yang sempat membuatku bingung!!! kenapa kok dibilang seperti itu yaa… Kalau dibaca ulang materi dari BCMSN maka dapat dibedakan antara switch dengan multilayer switch.

Selain dari simbol yang digunakan berbeda, fungsi dari kedua istilah ini pun memiliki perbedaan yang cukup komplek. Jika switch hanya mengatur alat-alat jaringan sederhana sedangkan multilayer switch adalah sebagai penghubung banyak switch untuk bekerja secara optimal. Setidaknya seperti inilah pemahaman awalku tentang dua istilah ini.

Overview

Multilayer switching adalah switching yang berdasarkan pada hardware dan integrasi routing ke dalam sebuah single platform. Dalam beberapa kasus, operasi penyampaian frame dan paket ditangani oleh perangkat keras ASIC khusus yang sama dan circuitry khusus lainnya.

A multilayer switch does everyting to a frame and packet that traditional switch or router does, termasuk seperti berikut ini :

  • Provides multiple simultaneous switching paths
  • Segments broadcast and failure domains
  • Provides destination-specific frame forwarding based on layer 2 information
  • Determines the forwarding path based on layer 3 information
  • Validates the integrity of the layer 2 frame and layer 3 via checksums and other methods
  • Verifies packet expiration and updates accordingly
  • Processes and responds to any option information
  • Applies security and policy controls, if required
  • Provides optimal path determination
  • Can (if a sophisticated modular type) support a wide variety of media types and port densities
  • Has the ability to support QoS
  • Has the ability to support VoIP and inline power requirements.

Karena perangkat ini dibentuk untuk menangani trafik LAN dengan high-performance, sebuah multilayer switch dapat ditempatkan dimanapun pada jaringan, cost-effectively replacing traditional switches and routers. Generallay, however, a multilayer swicth may be more than is required to provide end systems access to network resources.

Multilayer switches menggabungkan switching dan routing dalam sebuah single hardware platform dan dapat meningkatkan performansi jaringan secara keseluruhan  ketika dikembangkan secara tepat. Multilayer switches menghasilkan kecepatan layer 2 yang tinggi dan memfungsikan layer 3 dengan ‘caching’ much of the forwarding information between sources and destinations.

Persoalan-persoalan yang dapat terjadi ketika sebuah multilayer switch dikembangkan dalam sebuah design jaringan yang kurang tepat (nonhierarchical network) :

  • Multilayer switches, by condensing the functions of switching and routing in a single chassis, can create single points of failure if redundancy for these devices is not carefully planned and implemented
  • Switches in a flat network are interconnected, creating many paths between destinations. If active, these potential redundant paths will create bridging loops. To control this, the network must run an STP. Networks that use the IEEE 802.1D protocol may experience periods of disconnection and frame flooding during topology change
  • Multilayer switch functionality may be underutilized if a multilayer switch is simply a replacement for the traditional role of a router in a nonhierarchical network.

 

Kesimpulan :

  • Multilayer Switches menggabungkan antara fungsi-fungsi layer 2 dan layer 3 untuk mendukung topologi jaringan campus yang modern
  • Multilayer Switches dapat digunakan dalam jaringan nonhierarchical walaupun hal itu tidak akan terbentuk pada level yang optimal.

 

Huh… akhirnya tulisan ini berhasil kuselesaikan setelah sempat berpikir panjang untuk tidak menulis resume tentang materi ini.

Meskipun bahasanya campuran (english vs indonesia) tapi buatku ini adalah tulisan yang menarik dan harus diselesaikan karena mencakup pokok materi dari pelajaran Building Cisco Multilayer Switch Network.

December 28, 2007

P4S BCMSN 2.85

Filed under: Journey

Sama halnya dengan tesking, test inside dan sybex semuanya menyuguhkan soal-soal tanya jawab tentang materi ujian BCMSN yang akan dihadapi nantinya. Menurutku soal-soal dari P4S lebih user friendly karena sudah berupa program aplikasi (bukan dalam bentuk pdf atau lainnya).

Untuk mengetahui update versi terbaru dari file ini, kita bisa mengunjungi situs forum tentang bagaimana orang-orang seluruh dunia menginformasikan update-update terbaru dari ujian yang baru saja dihadapin. coba kunjungi website ini : hxxp://www.sadikhov.com/forum/

Setelah mengetahui lebih lanjut tentang versi terbaru dari materi p4s bcmsn adalah versi 2.85 maka saatnya searching di internet tentang materi passforsure ini.

Akhirnya setelah sekian lama browsing, dapet juga dari alamat ini : hxxp://www.avnonline.org/vbbforum/showthread.php?t=13607 yang menginfokan bahwa stuff dapat di download di link ini hxxp://rapidshare.com/files/73390174/P4S_1-12-07.zip

So materi, dana dan soal latihan sudah tersedia. Tinggal pandai-pandainya kita memanfaatkan waktu luang yang tersisa.

Bravo!!!

December 27, 2007

Switch

Filed under: Journey

Menurut kamus inggris-indonesia, artikata switch adalah saklar, pindah, mengalihkan, menukar, atau merubah.

Materi BCMSN sangat berhubungan dengan alat yang satu ini. Biasanya aku manfaatin switch hanya sebagai perpanjangan dari keluaran interface router sehingga sampai pada koneksi ethernet dalam PC yang biasa digunakan di kantor. Untuk lebih mengenal dan memanfaatkannya maka kita harus lebih tahu dahulu tentang apa yang dimaksud dengan switch ini.

SWITCH : mempunyai fungsi sebagai peralatan layer 2 (datalink) yang digunakan untuk menghubungkan device / peralatan jaringan seperti pc, printer, hub dan router. Dalam konfigurasi awalnya, perangkat ini memiliki sebuah broadcast domain terhadap peralatan-peralatan yang terhubung dengannya. Masing-masing port bertindak sebagai sebuah colision domain yang terpisah.

HUB : berbeda dengan hub yang bekerja pada layer 1 (physical) dan memiliki sebuah broadcast dan collision domain untuk semua alat-alat yang terhubung padanya.

ROUTER : sedangkan fungsi router adalah peralatan layer 3 (network) yang digunakan untuk membuat dan menghubungkan segmen jaringan atau broadcast domain. Sebuah router harus dikonfigurasi sebelum trafik dapat melaluinya. Masing-masing interface membuat sebuah layer 3 segmen and therefore establish a border for the broadcast and collision domains untuk semua alat-alat dalam segmen tersebut.

Layer 2 switch dapat secara significant meningkatkan performansinya dalam sebuah jaringan Carrier Sense Multiple Access Collision Detect (CSMA/CD) ketika digunakan dalam hub. Hal ini karena masing-masing port switch merepresentasikan sebuah single collision domain dan peralatan yang terhubung pada port tersebut does not have compete / tandingan dengan alat lain untuk mengakses media.

Idealnya, setiap port dalam sebuah given network segment dihubungkan pada masing-masing port switch menjadi pemisah semua media contention / pendiri sebagai pengaturan hubungan trafik jaringan pada layer 2. Sebuah keuntungan tambahan dari layer 2 switching ini adalah pada broadcast domain yang luas dapat dipecah ke dalam segmen yang lebih kecil dengan menandai port-port switch pada segmen-segmen VLAN (Virtual LAN) yang berbeda.

Permasalahan-permasalahan jaringan pada layer 2 (datalink)

Dengan semua keuntungannya, beberapa kekurangan-kekurangan dapat terjadi dalam jaringan-jaringan switch yang tidak tersusun / nonhierarchical yaitu :

  • Jika switch tidak dikonfigurasi oleh VLAN, broadcast domain yang sangat besar akan terjadi
  • Jika VLAN-VLAN sudah dibuat, trafik tidak dapat berpindah antar VLAN menggunakan hanya peralatan layer 2 (butuh router nih)
  • Dengan perkembangan jaringan pada layer 2, potensi untuk terjadi bridge loop meningkat. Oleh karena itu, penggunaan sebuah Spanning Tree Protocol (STP) menjadi penting sekali.

 

Nah sekarang kita sudah mengetahui sekilas tentang apa dan bagaimana switch itu bekerja beserta kekurangan dan kelebihannya. Jadi dengan belajar materi BCMSN ini secara lebih lanjut memang tidak ada ruginya kalau aku dapat mengalokasikan lebih banyak waktuku, tenagaku, pikiranku dan danaku untuk akhirnya bisa lulus ujian module BCMSN ini dengan baik serta dapat pula mengaplikasikannya pada lingkungan kerja. Mudah-mudahan bisa terus konsisten amien.

 ^_^

December 23, 2007

Quantity

Filed under: Journey

Setelah beberapa hari menunggu dan berjuang, akhirnya semua materi bcmsn sudah selesai kubaca. secara quantitas bisa dibilang pengetahuan tentang switching ini sudah kukenali. Secara kualitas, tentunya harus membaca lagi bahan-bahan yang diperlukan untuk ujian nanti dan tak lupa juga target selanjutnya adalah latihan soal.

Satu hal yang perlu diingat adalah untuk menyelesaikan program membaca materi yang tercetak ke dalam bahasa inggris sebanyak 700 lembar halaman ini, membutuhkan dua hal yang penting yaitu waktu berlibur sehingga aku dapat memanfaatkan hari-hariku untuk belajar ditambah semangat untuk belajar.

Aku terpacu untuk menyelesaikannya karena mempunyai target waktu ujian bulan januari nanti. Mudah-mudahan bisa terpenuhi amieen.

Hasilnya adalah selain mengetahui sekilas tentang ilmu-ilmu yang dibahas dalam BCMSN ini, aku juga dapat banyak kosakata baru dari istilah-istilah bahasa inggris yang sebelumnya tidak aku mengerti. Buku ini adalah buku terbanyak kedua yang penah kubaca dalam versi bahasanya Ratu Elisabet ini, selain dengan buku BSCI yang telah aku baca sebelumnya.

Harapannya : Mudah-mudahan bisa menjadi kebiasaan sehingga pengetahuanku tentang bahasa internasional ini terus meningkat dan yang pasti pokok-pokok ilmu cisco juga bertambah.

December 13, 2007

Exec-timeout 0 0 - Router

Filed under: Journey

Kadangkala ketika meninggalkan telnet router beberapa detik tanpa suatu aktifitas apapun dari mouse maupun keyboard, akan menghasilkan logout otomatis sehingga membuat kita untuk login ulang pada router yang sudah kita masuki.

Menurutku ini adalah hal yang tidak efisien karena selain harus mengetik ulang username dan password router, waktuku untuk mengecek gangguan koneksi dan lainnya juga terbuang.

Coba berpikir untuk menerapkan cara agar hal itu tidak terjadi pada router lab dan router-router tertentu lainnya.

Dengan metode pembandingan antara router Surabaya yang selalu logout setelah sekian detik dengan router Denpasar yang tidak pernah logout walaupun ditinggal berjam-jam maka didapatkan hasil seperti ini :

=====Router Surabaya=====
SURABAYA#sh run | i time
service timestamps debug datetime msec localtime
service timestamps log datetime msec localtime
clock timezone WIB 7
 channel-group 0 timeslots 1-31
 channel-group 0 timeslots 1-31
 exec-timeout 15 0
 exec-timeout 15 0

=====Router Denpasar=====
DENPASAR#sh run | i time
service timestamps debug datetime msec localtime
service timestamps log datetime msec localtime
clock timezone WIB 7
tacacs-server timeout 10
 exec-timeout 0 0
 exec-timeout 0 0

 timeout login response 300
 exec-timeout 0 0
 exec-timeout 0 0

Jika diteliti lebih lanjut, maka terdapat perbedaan mencolok pada settingan exec-timeout yang bernilai 15 0 pada router Surabaya dengan nilai 0 0 pada router Denpasar.

Verifikasi dengan perintah :

=====Verifikasi=====
SURABAYA#sh run | b  exec-timeout 15 0
 exec-timeout 15 0
line vty 5 16
 access-class TELNET-NMS in
 exec-timeout 15 0

Maka terjawablah sudah pertanyaanku tentang, Mengapa ketika masuk router tertentu - selalu melakukan logout otomatis pada beberapa detik kemudian, ketika tidak ada aktifitas dari mouse maupun keyboard? 

Dengan penerapan sedikit perintah seperti ini :

===Penerapan===
SBYLABRC01#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
SBYLABRC01(config)#line vty 0 4   
SBYLABRC01(config-line)#exec-timeout 0 0
SBYLABRC01(config-line)#^Z
SBYLABRC01#

Maka didapatkan hasil yang lebih baik daripada sebelumnya. NICE WORK !!! :)

December 4, 2007

Real Lab of CISCO Router

Filed under: Journey

Cisco type 1700 dengan beberapa interface seperti 1 serial, 1 ethernet, 1 fast ethernet & 4 port voice fxs yang selalu jadi bahan percobaan di kantor. Bener-bener Lab yang sangat berguna bagiku untuk belajar ilmu networks.

Harapannya, mudah-mudahan dengan semua bahan dan materi yang ada aku bisa meningkatkan kemampuan dan pengetahuanku dalam berkarya dan terus belajar terutama hal-hal yang berhubungan dengan target ujian BCMSN-ku yang sudah semakin dekat.

SEMANGAT!!!

 

========================================================

ROUTERLAB#sh ver
Cisco IOS Software, C1700 Software (C1700-IPVOICE-M), Version 12.3(7)XR, RELEASE SOFTWARE (fc1)
Synched to technology version 12.3(7.11)T1
Technical Support: http://www.cisco.com/techsupport
Copyright (c) 1986-2004 by Cisco Systems, Inc.
Compiled Fri 28-May-04 00:47 by ealyon

ROM: System Bootstrap, Version 12.2(7r)XM2, RELEASE SOFTWARE (fc1)
ROM: Cisco IOS Software, C1700 Software (C1700-IPVOICE-M), Version 12.3(7)XR, RELEASE SOFTWARE (fc1)

SBYLABRC01 uptime is 1 day, 8 hours, 29 minutes
System returned to ROM by power-on
System image file is "flash:c1700-ipvoice-mz.123-7.XR.bin"

Cisco 1760 (MPC860P) processor (revision 0x500) with 88239K/10065K bytes of memory.
Processor board ID FOC08190D68 (3517374576), with hardware revision 0000
MPC860P processor: part number 5, mask 2
1 Ethernet interface
1 FastEthernet interface
1 Serial(sync/async) interface
4 Voice FXS interfaces
32K bytes of NVRAM.
32768K bytes of processor board System flash (Read/Write)

Configuration register is 0x2102

========================================================

ROUTERLAB#sh int desc
Interface                      Status         Protocol Description
Fa0/0                            up             up       LINK to LAN
Se0/0                            up             up       LINK to WAN
Se0/0.100                      up             up       INTERNET
Se0/0.110                      up             up       NMS
Se0/0.120                      up             up       TELNET
 

========================================================

ROUTERLAB#sh run
Building configuration…

Current configuration : 16972 bytes
!
version 12.3
service timestamps debug datetime msec
service timestamps log datetime msec
service password-encryption
!
hostname ROUTERLAB
!
boot-start-marker
boot system flash:c1700-ipvoice-mz.123-7.XR.bin
boot-end-marker
!
logging buffered 4096 debugging
enable secret 5 $1$/YBJ$xtTA0HXKjsxY5pKeXnPBn.
!
username administrator privilege 15 secret 5 $1$cJfn$IjO6CjiGjwXvRC6BciMjV1
mmi polling-interval 60
no mmi auto-configure
no mmi pvc
mmi snmp-timeout 180
voice-card 2
!
no aaa new-model
ip subnet-zero
ip cef
!
!
!
!
no ip domain lookup
vpdn enable
!
!
!
interface FastEthernet0/0
 description LINK to LAN
 ip address 121.35.21.222 255.255.255.0
 ip nat inside
 max-reserved-bandwidth 100
 speed auto
!
interface Serial0/0
 description LINK to WAN
 no ip address
 encapsulation frame-relay IETF
 frame-relay lmi-type ansi
!
interface Serial0/0.100 point-to-point
 description INTERNET
 ip address 10.255.255.2 255.255.255.252
 ip nat outside
 frame-relay interface-dlci 100  
!
interface Serial0/0.110 point-to-point
 description NMS
 ip address 192.168.152.182 255.255.255.252
 frame-relay interface-dlci 110 CISCO  
!
interface Serial0/0.120 point-to-point
 description TELNET
 ip address 10.24.9.191 255.255.255.252
 ip nat outside
 frame-relay interface-dlci 120  
!
!
ip classless
ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 Serial0/0.100
ip route 192.168.152.90 255.255.255.255 Serial0/0.100
ip route 192.168.233.0 255.255.255.0 Ethernet1/0 192.168.233.57

no ip http server
!
!
ip access-list extended CAPTURE
 permit tcp any any log
 permit udp any any log
 permit icmp any any
 permit ip any any
!
map-class frame-relay 128K
 frame-relay cir 128000
 frame-relay mincir 128000
!
snmp-server community public RW
snmp-server enable traps tty
!
!
tftp-server flash:c1700-ipvoice-mz.123-7.XR.bin
!
control-plane
!
bridge 1 protocol ieee
bridge 1 route ip
!
!
voice-port 2/0
 cptone ID
!
voice-port 2/1
!
voice-port 2/2
!
voice-port 2/3
!
!
!
!
!
dial-peer voice 400 voip
 destination-pattern 40.
 session target ipv4:192.168.9.2
 codec g729r8 bytes 40
 ip qos dscp cs5 media
 ip qos dscp cs5 signaling
!
dial-peer voice 300 voip
 description Pelanggan
 destination-pattern 30.
 session target ipv4:192.168.4.2
 codec g729r8 bytes 40
 ip qos dscp cs5 media
 ip qos dscp cs5 signaling
!
dial-peer voice 123456 pots
 destination-pattern 999
 port 2/1
!
!
line con 0
 exec-timeout 25 0
line aux 0
line vty 0 4
 exec-timeout 25 0
 password 7 030A5A180F$5%002ioFhfj4D42
 login local
line vty 5 15
 password 7 02080548020$5%hklgl9012040
 login local
!
end

========================================================

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main