VLAN -part 2-
Waktu-waktu yang cukup membuat diriku susah karena beberapa hari ini musuh besarku datang. Ialah "rasa malas" untuk belajar itu hinggap lagi menguji semangat belajar yang sudah mulai menurun… hiks.
Hasilnya, masalah ini membuatku berpikir terus-menerus untuk bisa menyelesaikan rangkuman pelajaran tentang "vlan" yang belum rampung sejak beberapa hari yang lalu sehingga berpengaruh untuk tidak belajar materi-materi lainnya dalam ilmu bcmsn.
Untuk mengatasinya maka kuputuskan untuk menulis hal-hal penting yang perlu diketahui dalam sisa materi ini.
~=-=~
Beberapa keuntungan dari pengalamatan hierarchical :
-
Pengaturan dan penanganan gangguan yang mudah
-
Meminimalisasi kesalahan
-
Mengurangi jumlah masukan routing tabel.
Teknologi Interkoneksi :
-
Fast Ethernet : menyambung peralatan end user pada switch akses layer
-
Gigabit Ethernet : akses ke distribusi switch, penggunaan server-server yg tinggi
-
10 Gigabit Ethernet : high-speed switch ke link switch, backbone
-
Etherchannel : high-speed switch ke switch links, banyak backbone.
Keuntungan dari local vlans dalam sebuah jaringan campus perusahaan :
-
Deterministic traffic flow
-
Active redundant paths
-
High availability
-
Finite failure domain
-
Scalable design
Mode konfigurasi vlan :
-
Global mode : perintahnya "conf t", "vlan 3", "name vlan3", "exit"
-
Database mode : perintahnya "vlan database", "vlan3", "exit".
Vlan akses port adalah port akses switch yang berasosiasi dengan single data vlan. contoh :
-
interface FastEthernet0/19
description vlan-pelanggan
switchport access vlan 202
switchport mode access
Verifikasi perintah :
-
sh int FastEthernet0/20 switchport
sh run int FastEthernet0/20
sh vlan
Port-port switch yang membawa trafik untuk banyak vlan dinamakan port-port trunk.
Sebuah protocol khusus digunakan untuk menentukan sebuah link trunk antara 2 device. A trunk link may exist between these devices :
-
2 switch
1 switch & 1 router
1 switch & 1 NIC capable dalam sebuah node seperti server
Dua protokol trunk yang digunakan untuk membawa multiple vlan dalam sebuah link adalah
-
ISL : Cisco ISL
-
802.1Q : IEEE standart trunking protocol
Perbedaan kedua protocol tersebut adalah :
-
ISL : Proprietary (bawaan ciso), encapsulated, protocol independent, encapsulated the old frame in new frame
-
802.1Q : Nonproprietary, tagged, protocol dependent, adds a field to the frame header.
Range VLAN :
-
0, 4095 : Reserved for system use only
-
1 : cisco default
-
2 - 1001 : for ethernet vlans
-
1002 - 1005 : cisco defaults for fddi and token ring
-
1006 - 4094 : ethernet vlans only, usable on spesific legacy platforms.
Bagaimana untuk mengkonfigurasi trunk?
-
masuk ke mode konfigurasi interface
-
shutdown interface
-
memilih encapsulasi (802.1Q atau ISL)
-
konfigurasi interface sebagai sebuah layer 2 trunk
-
spesifikasikan trunking native vlan (untuk 802.1Q)
-
konfigurasi vlan-vlan yang diperbolehkan untuk trunk ini
-
gunakan perintah no shtudown pada interface untuk mengaktifkan proses trunking
-
verifikasi konfigurasi trunk.
Contoh 802.1Q konfigurasi trunk :
-
Switch(config)#interface fastethernet 5/8
Switch(config-if)#shutdown
Switch(config-if)#switchport trunk encapsulation dot1q
Switch(config-if)#switchport trunk allowed vlan 1,5,11,1002-1005
Switch(config-if)#switchport mode trunk
Switch(config-if)#switchport trunk native vlan 99
Switch(config-if)#switchport nonegotiate
Switch(config-if)#no shutdown
Contoh ISL konfigurasi trunk :
-
Switch(config)#interface fastethernet 2/1
Switch(config-if)#shutdown
Switch(config-if)#switchport trunk encapsulation isl
Switch(config-if)#switchport trunk allowed vlan 1-5,1002-1005
Switch(config-if)#switchport mode trunk
Switch(config-if)#switchport nonegotiate
Switch(config-if)#no shutdown
Trunk dapat dikonfigure secara statis atau via DTP (dynamic Trunk Protocol). DTP menghasilkan kemampuan to negotiate the trunking method.
Perintah konfigurasi trunking
-
Switch(config)#interface number
Switch(config-if)#switchport trunk [allowed vlan range or list]
Switch(config-if)#switchport trunk native vlan
Switch(config-if)#switchport trunk nonegotiate
Switch(config-if)#switchport mode {access | dynamic {auto|desirable} | trunk}
switch#show interface switchport
Mode switchport
-
Dynamic Auto : Membuat trunk berdasarkan pada permintaan DTP switch tetangga
-
Dynamic Desirable : Mengkomunikasikan pada switch tetangga melalui DTP bahwa interface lebih baik menjadi sebuah trunk jika switch tetangga dapat menjadi sebuah trunk
-
Trunk : Secara otomatis sebagai trunk tanpa memperhatikan status dari switch tetangga dan tanpa memperhatikan permintaan pengiriman DTP lain dari switch tetangga
-
Access : Trunking tidak diperbolehkan pada port ini tanpa memperhatikan status dari interface switch tetangga dan tanpa memperhatikan permintaan pengiriman DTP lain dari switch tetangga
-
Nonegotiate : Mencegah interface dari memperbanyak frame-frame DTP. Perintah ini dapat digunakan hanya ketika mode interface switchport sebagai akses atau trunk. Anda harus mengkunfigurasi secara manual interface tetangga sebagai sebuah trunk untuk menentukan sebuah link trunk.
…bersambung lagi