Learning by doing

April 21, 2008

ABSTRAK

Filed under: Journey

PENERAPAN VOIP PADA TEKNOLOGI FRAME RELAY

Nama mahasiswa  :   Akhdiyat Syabril Ulum
NRP     :   04092016

ABSTRAK

        Voip pada teknologi frame relay adalah salah satu teknologi komunikasi data yang memberikan solusi baru untuk dapat menerapkan komunikasi suara antar kantor cabang perusahaan yang sudah memiliki jaringan infrastruktur wide area network (WAN). Skripsi ini membahas tentang hubungan antara dua kantor cabang dalam melakukan koordinasi melalui jaringan telepon yang berbasis pada koneksi komunikasi data, yaitu merancang dan membuat suatu infrastruktur wide area network (WAN) yang dilengkapi oleh hardware maupun software berbasis cisco router tipe 1760, perangkat sentral passport serta media akses wireline maupun wireless dimana pada infrastruktur tersebut dapat mengubah sinyal suara yang kemudian sinyal tersebut dikonversikan dalam bentuk sinyal digital dan selanjutnya dapat digunakan untuk operasional komunikasi suara pada suatu perusahaan. Koneksi dari jaringan end-to-end ini terdiri dari komputer, kabel jaringan area local (LAN) dan komputer, perangkat telepon, kabel rj 11, cisco router tipe 1760 dilengkapi interface serial, interface Ethernet, card voice dan media akses yang menggunakan kabel v35 maupun perangkat broadband wireless access 3.5 GHz dengan tipe modem siemens, kabel koaksial ditambah antena serta perangkat penunjang sentral frame relay yang berupa passport. Perangkat telepon berfungsi sebagai alat untuk menerima dan mengirim suara dari satu tempat ke tempat lain. Router Cisco tipe 1760 berfungsi untuk mengkonversi sinyal suara menjadi sinyal digital serta melakukan penentuan rute koneksi ke arah asal dan tujuan jaringan komunikasi. Media akses wireline dan wireless berfungsi sebagai perpanjangan jalur komunikasi data yang biasa disebut dengan wide area network (WAN) sedangkan perangkat passport adalah alat yang mengirimkan data dari router berbentuk frame sehingga biasa disebut frame relay.

Kata Kunci : Telepon, Cisco Router 1760, Media akses, Passport, Frame relay.

~=-=~

Tulisan di atas menunjukkan sekilas tentang gambaran skripsiku yang dibuat untuk memenuhi syarat kelulusan seorang mahasiswa.

Untuk dapat mencapai proses penulisan tugas akhir ini, mahasiswa harus sudah lulus sekian banyak pelajaran sistem kredit semester dari awal hingga akhir (aku udah lulus 142 sks) ditambah lagi lulus biaya administrasi, harus ada bimbingan dan lain sebagainya.

Setelah mencoba memenuhi semua syarat-syarat itu, mulai mengumpulkan bahan & materi, menulis, merangkum, mengedit, menge’print’, sidang TA dan dinyatakan lulus… perasaan lega itu terus menghampiri… Alhamdulillah.

Pengen nyampaikan terima kasih pada semua orang yang telah membantuku untuk bisa menjadi seperti saat  ini. Semoga balasan terbaik tercurah selalu untuk kalian amien.

Akhir kata, nunggu wisuda & ijasah untuk dapat melamar kerjaan yang lebih baik daripada sebelumnya. Wish Me Luck :)

April 15, 2008

IP Secondary Router

Filed under: Journey

Router#sh run int et3/0
Building configuration…

Current configuration : 154 bytes
!
interface Ethernet3/0
 description to-LAN
 ip address 252.153.160.33 255.255.255.240 secondary
 ip address 147.50.1.11 255.255.255.0
 full-duplex
end

~=-=~

Perintah yang bener-bener bermanfaat bagiku untuk bisa membuat koneksi [virtual] LAN tambahan.

Berawal dari adanya peng’efisiensi’an port-port ethernet yang terdapat pada modem maupun router di jaringan kantor sehingga untuk dapat membuat koneksi baru yang terhubung ke internet tanpa melalui firewall dan lain sebagainya menjadi lebih sulit.

Setelah berpikir lama untuk membuat ‘back door’ baru, akhirnya jalan keluar itu muncul juga [ingat yaa… buat jalan belakang tentunya untuk tujuan yang baik loo].

Cara pertama kali yang digunakan adalah menonaktifkan IP LAN pada port ethernet router eksisting lalu menggantinya dengan IP internet sehingga koneksi itu berhasil terbuat, tetapi pada cara ini terdapat kelemahan yaitu koneksi yang lama tidak dapat berjalan.

Cara kedua yang sebenarnya sering aku baca dan aku lihat di konfigurasi router-router pelanggan adalah dengan memanfaatkan perintah "secondary" pada port ethernet yang tersedia, jadi seakan-akan di dalam router terdapat 2 buah port ethernet. Dengan memanfaatkan fungsi perintah router ini, dapat dipastikan bahwa koneksi jaringan LAN yang sudah ada (147.50.1.11 255.255.255.0) maupun jaringan [virtual] LAN yang baru (252.153.160.33 255.255.255.240) akan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Akhirnya dengan pengetahuan yang sedikit ini, ketergantungan untuk menggunakan koneksi eksisting sudah mulai terkurangi. Tinggal pandai-pandainya kita aja mau memanfaatkan koneksi baru ini untuk tujuan apa. StaY leArninG aNd Do iT weLL

April 7, 2008

Blok IP from Router [Route Map]

Filed under: Journey

Ada beberapa settingan router yang menurutku bagus untuk disimpan dalam catatan harian.

Awalnya dapat instruksi dari pelanggan untuk dapat mem"blok" ip pc yang beralamat 172.22.8.27 & 172.22.8.33 pada router dilokasi agar tidak dapat ber"internetan" seperti ip pc yang lain. Kebetulan, router yg ada di manage oleh perusahaan penyedia jasa komunikasi data. Jadi pengelolaannya bukan di bawah kontrol pelanggan.

Setelah dicek dan menerapkan beberapa perintah accest-list tambahan, ip pc tersebut berhasil di blok. Yang membuat settingan ini penting karena access-list yang diterapkan di interface router menggunakan route map, padahal selama ini aku biasa menggunakan access-list extended. Biar catatannya ga hilang, maka aku coba memaparkannya di sini.

======================================================

PELANGGAN# sh run
Building configuration…

Current configuration : 3063 bytes
!
version 12.4
service timestamps debug datetime msec
service timestamps log datetime msec
service password-encryption
!
hostname PELANGGAN
!
boot-start-marker
boot-end-marker
!
logging buffered 4096 debugging
enable secret 5 $1$Wk3H$GDRVm7K271yD5TOOQRTPJ0
!
no aaa new-model
!
resource policy
!
mmi polling-interval 60
no mmi auto-configure
no mmi pvc
mmi snmp-timeout 180
voice-card 2
!
ip subnet-zero
ip cef
!
!
no ip dhcp use vrf connected
!
!
!
!
username admin password 7 0608983989438748680E324541071809
!        
!
!
!
interface FastEthernet0/0
 description Link to LAN
 ip address 172.22.8.1 255.255.255.0
 ip policy route-map blok-internet
 speed auto
!
interface Serial0/0
 no ip address
 encapsulation frame-relay IETF
 frame-relay lmi-type ansi
!
interface Serial0/0.1 point-to-point
 description Link to WAN
 ip address 172.16.6.10 255.255.255.252
 frame-relay interface-dlci 50  
!
interface Serial0/1
 no ip address
 shutdown
!
ip classless
!
!
no ip http server
no ip http secure-server
!
ip access-list extended blok-internet
 deny   ip host 172.22.8.22 any
 deny   ip host 172.22.8.23 any
 deny   ip host 172.22.8.25 any
 deny   ip host 172.22.8.26 any
 deny   ip host 172.22.8.27 any
 deny   ip host 172.22.8.33 any
 permit ip 172.22.8.0 0.0.0.255 any
ip access-list extended fr
 permit ip 172.22.8.0 0.0.0.255 128.65.11.0 0.0.0.255
 permit ip 172.22.8.0 0.0.0.255 172.22.2.0 0.0.0.255
 permit ip 172.22.8.0 0.0.0.255 192.168.11.0 0.0.0.255
!
route-map blok-internet permit 5
 match ip address fr
 set ip next-hop 172.16.6.9
!
route-map blok-internet permit 10
 match ip address blok-internet
 set ip next-hop 172.22.8.10
!
!
control-plane
!
!
!
voice-port 2/0
 cptone ID
!
voice-port 2/1
 cptone ID
!
!
!
!
!
!
dial-peer voice 100 pots
 destination-pattern 100
!
dial-peer voice 200 pots
 destination-pattern 200
!
!
line con 0
 login local
line aux 0
line vty 0 4
 password 7 06080E32454107898989766767771809
 login local
!
end

PELANGGAN#

======================================================

Untuk memverifikasi access-list yang terpasang berhasil diterapkan atau tidak maka gunakan perintah : show access-list. Selanjutnya, kita dapat menambahkan daftar ip lan yang akan diblok sesuai dengan kebijakan masing-masing administrator.

April 1, 2008

STG (SNMP Traffic Grapher)

Filed under: Journey

 

Dilatar belakangi oleh tidak berfungsinya tools untuk memonitor trafik pelanggan virtual private networks (VPN) di kantor untuk sementara waktu sehingga membuat kerepotan untuk bisa menganalisa beberapa masalah yang biasa dikeluhkan pelanggan.

Susah memang kalau kita tergantung pada tools yang hanya ada satu tipe saja, karena kebutuhan inilah aku berusaha untuk belajar dan memahami bagaimana cara capture trafik yang terjadi di router pelanggan saat dia mengeluhkan masalah jaringannya dengan metode lain yaitu melalui STG (SNMP Trafik Grapher).

Setelah baca tutorial dan kebetulan software STG sudah tersedia di PC jadi hanya tinggal menerapkan settingan yang perlu dilakukan dan syarat utama yang dibutuhkan untuk bisa menjalankan tool monitoring ini adalah router yang support snmp [setidaknya inilah hasil pemahamanku saat ini].

Adapun masalah yang berhubungan dengan trafik ialah :

  • keluhan apabila aplikasi pelanggan respon lambat,
  • keluhan apabila ping test timenya gede,
  • keluhan apabila ping test banyak rto-nya
  • serta masalah permintaan trafik khusus untuk memonitor data upload maupun download yang terjadi saat itu [biasanya sih buat keperluan upgrade bandwidth] atau perkiraan-perkiraan lainnya.

Tujuan dari belajar STG ini jelas yaitu untuk memonitor keluar masuknya data melalui interface yang ada di router baik di sisi CPE [router yang ada di pelanggan] maupun interface di router PE [router sisi sentral].

Cara penyetingan adalah :

  1. Pastikan bahwa router yang ada support snmp
  2. Cek nilai dari "snmp-server community" dengan perintah [Router#sh run | i snmp] dan hasilnya [snmp-server community public RW]
  3. Cek interface index router dari interface yang akan dijadikan target dengan perintah [Router#sh snmp mib if if et1/0] dan hasilnya [Ethernet1/0: Ifindex = 3]
  4. Cek ip gateway dari interface eth1/0 yang akan dijadikan target/pintu peng"capturan" trafik download-upload dengan perintah [Router#sh run int et1/0] dan hasilnya [ip address 213.41.56.110 255.255.255.0]
  5. Pastikan speed yang dimiliki pelanggan dalam berlangganan, misal bandwidthnya 256kbps maka nilai untuk konversi ke bits adalah 32000 (256000/8)
  6. Setelah diketahui nilai dari snmp community (public), index dari interface router (int eth1/0 dengan index 3) dan ip gateway interface eth1/0 (213.41.56.110) maka tahap selanjutnya adalah memasukkan data tersebut kedalam software STG yang telah tersedia. Agar lebih paham maka coba lihat gambar hasil setting STG berikut :
  7. Setelah semua tersetting, maka hasil dapat dilihat pada gambar awal di atas dan tentunya dengan grafik tersebut kita dapat menjelaskan bahwa problem yang saat ini ada karena memang utilitas jaringan sedang overload yaitu karena data download pelanggan bisa mencapai lebih dari 256kbps atau melebihi dari target bandwidth berlangganan. That’s all.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main