STG (SNMP Traffic Grapher)
Dilatar belakangi oleh tidak berfungsinya tools untuk memonitor trafik pelanggan virtual private networks (VPN) di kantor untuk sementara waktu sehingga membuat kerepotan untuk bisa menganalisa beberapa masalah yang biasa dikeluhkan pelanggan.
Susah memang kalau kita tergantung pada tools yang hanya ada satu tipe saja, karena kebutuhan inilah aku berusaha untuk belajar dan memahami bagaimana cara capture trafik yang terjadi di router pelanggan saat dia mengeluhkan masalah jaringannya dengan metode lain yaitu melalui STG (SNMP Trafik Grapher).
Setelah baca tutorial dan kebetulan software STG sudah tersedia di PC jadi hanya tinggal menerapkan settingan yang perlu dilakukan dan syarat utama yang dibutuhkan untuk bisa menjalankan tool monitoring ini adalah router yang support snmp [setidaknya inilah hasil pemahamanku saat ini].
Adapun masalah yang berhubungan dengan trafik ialah :
-
keluhan apabila aplikasi pelanggan respon lambat,
-
keluhan apabila ping test timenya gede,
-
keluhan apabila ping test banyak rto-nya
-
serta masalah permintaan trafik khusus untuk memonitor data upload maupun download yang terjadi saat itu [biasanya sih buat keperluan upgrade bandwidth] atau perkiraan-perkiraan lainnya.
Tujuan dari belajar STG ini jelas yaitu untuk memonitor keluar masuknya data melalui interface yang ada di router baik di sisi CPE [router yang ada di pelanggan] maupun interface di router PE [router sisi sentral].
Cara penyetingan adalah :
-
Pastikan bahwa router yang ada support snmp
-
Cek nilai dari "snmp-server community" dengan perintah [Router#sh run | i snmp] dan hasilnya [snmp-server community public RW]
-
Cek interface index router dari interface yang akan dijadikan target dengan perintah [Router#sh snmp mib if if et1/0] dan hasilnya [Ethernet1/0: Ifindex = 3]
-
Cek ip gateway dari interface eth1/0 yang akan dijadikan target/pintu peng"capturan" trafik download-upload dengan perintah [Router#sh run int et1/0] dan hasilnya [ip address 213.41.56.110 255.255.255.0]
-
Pastikan speed yang dimiliki pelanggan dalam berlangganan, misal bandwidthnya 256kbps maka nilai untuk konversi ke bits adalah 32000 (256000/8)
-
Setelah diketahui nilai dari snmp community (public), index dari interface router (int eth1/0 dengan index 3) dan ip gateway interface eth1/0 (213.41.56.110) maka tahap selanjutnya adalah memasukkan data tersebut kedalam software STG yang telah tersedia. Agar lebih paham maka coba lihat gambar hasil setting STG berikut :
-
Setelah semua tersetting, maka hasil dapat dilihat pada gambar awal di atas dan tentunya dengan grafik tersebut kita dapat menjelaskan bahwa problem yang saat ini ada karena memang utilitas jaringan sedang overload yaitu karena data download pelanggan bisa mencapai lebih dari 256kbps atau melebihi dari target bandwidth berlangganan. That’s all.
koen saiki kerjo ng endi lhek??
Comment by slut — April 2, 2008 @ 6:28 pm
aku saiki kerjo nang perusahaan komunikasi data plus isp dek suroboyo pak…
Comment by akhdiyat — April 3, 2008 @ 8:48 pm