Learning by doing

September 28, 2008

Perkenalan QOS

Filed under: Journey

Kisi-kisi QOS untuk catatan pribadi dan tentunya hanya point-point tertentu saja yang ditulis, Quality Of Services…

Belajar ttg QOS
> Jitter itu delay 2-3 detik yang terjadi saat kita melihat presentasi video pada sistem komunikasi data.

4 alasan utama mengapa QOS diterapkan:
> menghasilkan cukup bandwidth, dan menggaransinya pada keadaan tertentu
> menghasilkan pengiriman paket yg tetap dan dapat diprediksi
> mencegah delay, khususnya pada pengiriman voice dan video
> mencegah paket hilang

3 langkah untuk sebuah pengembangan QOS
> mengidentifikasi trafik yg butuh QOS dan menentukan kebutuhan QOS pada trafik tsb
> menggunakan syarat-syarat untuk mengklasifikasi trafik
> mendefinisikan dan menerapkan sebuah kebijakan untuk masing-masing class dari trafik

* Batas dari sebuah maksimum bandwidth harus diset, jika tidak trafik lain akan mengambilnya
* Batas minimum bandwidth harus diset juga. buat garansi layanan sebuah level pasti

3 model QOS
a best effort digunakan apabila tidak ada sebuah QOS model in place. tidak ada prioritas yg diberikan pada semua trafik, internet menggunakan sebuah best-effort network.
b integrated services (Intserv)
menggunakan RSVP, Resource Reservation Protocol untuk mengirim an advance sinyal dan memesan/reserve kebutuhan network data sebenarnya melalui jaringan.
RSVP adalah sebuah signalling protocol.
jika RSVP tidak dapat menjamin kebutuhan bandwidth, aplikasi tdk akan jalan.
drawback : kekurangan
Menghabiskan bandwidth untuk memperoleh jalur end-to-end yang harus dipesan

Intserv butuh 6 fungsi untuk berjalan pada semua devices network sepanjang jalur dari source sd tujuan
> end-to-end signalling
> admission (ijin masuk) control
> klasifikasi
> kebijakan
> antrian
> penjadwalan

c Differentiated Services (Diffserv)
menggunakan PHB (per Hops Behaviour) : satu router sepanjang jalur dari source ke destination dapat mempertimbangkan sebuah paket menjadi prioritas tertinggi, sedang yg lain dianggap "hanya paket lain".
use marking
4 nilai untuk menandai frame atau paket:
> ip precedence
> differentiated services code point (DSCP)
> cos value
> interface that received the data (ingress interface)
mana yg dipilih , tergantung pada kebutuhan khusus network dan tentunya, OSI layer at which the marking is taking place.

So, model QOS yg manakah yg harus dipilih?
setiap network berbeda dan tiap jaringan butuh QOS. ini adalah pertanyaan standart sebelum menentukan model QOS.

Aplikasi apa yg berjalan pada network?
Best-effort mungkin baik bagi networkmu, jika menggunakan voice dan video, itu bukan pilihan tepat
extent : luas
tie : mengikat, menghubungkan

Pada perluasan apa, kau ingin to tie down jaringan pengirimanmu?
Pada beberapa networks, kau mungkin tdk begitu ingin mengconfigur QOS, tapi dalam kebanyakan jaringan hari ini kau butuh untuk melatih setidaknya beberapa pengontrolan pada pengiriman data.

Berapa banyak semua itu akan menghabiskan cost?
cost : harga, ongkos, kerugian
cost bukan hanya diukur pada uang tapi dalam waktu. sebuah pengembangan QOS yg tepat membutuhkan waktu untuk mengkonfigurasi dan bahkan waktu lebih untuk merencanakan. pengembangan yg tepat dapat juga membuat hidupmu lebih mudah selama costnya effisien!!
proper ; tepat

September 23, 2008

Spirit, Money and Pray

Filed under: Journey

Spirit

Iya, semangat untuk belajar itu sering meletup-letup dihati. Tanpa spirit kita gak akan bisa mengejar mimpi, maka berbahagialah orang yang diberi semangat untuk belajar belajar dan belajar.

Money

Tak dapat dipungkiri, kebutuhan finansial itu begitu penting bagi semua orang yang ingin terus maju. Saat ini, kekurangan dana menjadikan kelemahan mendasar yang dapat membuat semangat kita teracuhkan. Seringkali sudah banyak spirit yang dikeluarkan namun karena belum adanya dana yang memenuhi untuk dapat mengikuti ujian maka sekali lagi kesempatan itu masih jauh untuk dicapai. Menabung, bekerja, menjaga spirit untuk tetap konsentrasi mengejar impian adalah satu-kesatuan yang tidak boleh dipisahkan (setidaknya itulah gambaran keadaanku saat ini).

Coba aku reka berapa biaya yang harus ditabung untuk dapat mencapai CCIE, CCNP untuk waktu kedepan. 2 modul tingkat profesional yang tersisa berarti 2 kali 300 dolar, ujian writen CCIE nanti sekitar 300 dolar, ujian LAB-nya sekitaran 600 dolar. Jadi total keseluruhan yang perlu dialokasikan dananya minimal 1200 dolar atau sekitar 10 jutaan lebih dengan catatan harus dicapai dengan sekali lulus exam ditambah biaya materi yang harus dicari, belajar secara otodidak, visa bila ujian buat yang level expert. Hmmm… bener-bener harus rajin bekerja dan menabung nih.

Pernah baca artikel menarik tentang seseorang yang menawarkan dirinya untuk dapat memperoleh tiket gratis pertandingan Sepak bola Euro dimana dengan bermodalkan iklan pada sebuah papan atau kertas yang intinya berisi "Aku menerima tiket gratis buat pertandingan hari ini" dengan wajah yang riang dan selalu tersenyum pada semua orang yang berlalu lalang di arena sekitar stadion hingga akhirnya dia mendapatkan apa yang ia tawarkan yaitu mendapatkan "free ticket-nya" itu padahal disana banyak calo yang menjual tiket-tiketnya berlipat-lipat dari harga resmi, fantastic bukan atau cerita lain seorang yang gigih mencapai impiannya dia berusaha mati-matian untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri hingga akhirnya didapatkannya juga (Edensor adalah inspirasiku :) ).

Tak ada salahnya bagiku untuk mencoba membuat peluang seperti apa yang telah diusahakan tiap orang yang ingin meraih mimpinya itu. 1420004237813-Akhdiyat Syabril Ulum-Bank Mandiri, yaa inilah peluangku yang berisikan nomor rekening, nama terang dan bank tabunganku. Nothing impossible, everything can be happened and I’m sure with my dreams.

Pray

Tahukah kau kawan, beberapa hari yang lalu aku terjebak sebuah kesulitan yang diluar perkiraanku. Asumsi awal tentang perangkat router ini adalah terjadi kerusakan pada 1 board fisik saja karena 1 board yang lain sudah bisa diperbaiki secara software, maka dengan Pe-De-nya diriku bilang bahwa kita hanya butuh 1 board saja untuk lokasi ini. Hingga saat kupasang 1 board baru buat slot router ini, diluar perkiraan ternyata ada satu slot virtual dari board yang selesai diperbaiki dalam kondisi yang abnormal, Masya Allah, Gawat karena untuk meminta pengiriman 1 papan yang baru itu butuh waktu pengiriman yang lama. Akhirnya dengan segala kekurangannya aku harus bertanggung jawab menormalkan device itu, ga tau bagaimana caranya yang penting harus normal!!! hiks… Cara tikus itu harus digunakan bagi orang yang awam dengan perangkat ini (ya… akulah orang awam itu), semisal ada 1000 kemungkinan untuk dapat diperbaiki maka mau tidak mau harus dilakukan. Setelah sekian percobaan dilakukan, setelah bertanya-tanya pada orang-orang yang lebih pandai daripada orang bodoh ini, hingga akhirnya belum terselesaikan juga.

Pray…, yups itulah jalan satu-satunya, pada siapa lagi aku harus mengadu, meminta pertolongan Kepada Yang Maha Penolong, Kepada Yang Maha Pandai, Kepada Yang Maha segala-galanya, hanya berdoa agar masalah ini dapat terselesaikan. Sampai akhirnya, wajah yang dari tadi cemberut itu bisa tersenyum lebar, riang dan tentunya bersyukur bahwa masalah sudah dapat terselesaikan dengan baik dan benar, Alhamdulillah. 

So for you guy’s, do not forget to pray anytime anywhere, Trust Me.

September 10, 2008

Metro Ethernet

Filed under: Journey

Metro-E, plotku untuk maintenance jaringan Ethernet untuk 1 pelanggan. Konon proyek ini adalah yang terbesar di Indonesia. Dengan sekitar 138 titik daerah jangkauan di berbagai kota di seluruh Jawatimur dan ratusan router yang sudah terinstal juga terintegrasi dengan kapasitas bandwidth yang lebar maka itulah yang harus dimonitor performansinya.

Setelah beberapa bulan ikut serta dalam pembangunan "big network" ini, dapat kusimpulkan bahwa Metro-Ethernet adalah Jaringan WAN yang berbasis pada Ethernet dengan media FO atau Radio Link sebagai penghubungnya dan masing-masing area terhubung pada router yang dapat mengintegrasikan layanan yang ada pada tiap-tiap site.

Ada banyak teknologi yang diterapkan. Ada L2VPN, OSPF routing, BGP, IPTV, VLAN dan banyak lagi. Intinya hampir semua ilmu per"network"an yang biasa aku pelajari dalam menempuh ujian BSCI dan BCMSN diimplementasikan disini. Yang jelas, sureprice banget saat harus berhadapan langsung dengan apa yang telah dipelajari selama ini. Alhamdulillah…

Hebat!!! Begitulah perasaan awalku tentang pembangunan jaringan antar kota ini, bagaimana tidak, bagiku untuk membangun jaringan lokal dengan speed 100 Mbps saja sudah cukup besar, apalagi ini, antarkotapun minimal sudah terhubung dengan bandwidth yang lebih besar daripada itu, 1 Gbps, 10 Gbps. Kira-kira mau dibuat apa yaa jalur sebesar itu? Internet, Aplikasi antarkantor, Email, Video, Voip kayaknya tidak mustahil bisa dilewatkan semua dalam satu jalur yang superbesar itu.

Dengan pengalaman berharga ini, mudah-mudahan semangat untuk bisa belajar tentang networking dapat lebih meningkat lagi amin.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main